Tampilkan postingan dengan label kerjasama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerjasama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juni 2015

macam-macam kerjasama

SMASALUNGO 89. Macam-macam Kerjasama. Kerja sama merupakan interaksi yang paling penting. Pada dasarnya, setiap manusia melakukan interaksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di dalam masyarakat, kerja sama dibedakan menjadi lima jenis, yaitu sebagai berikut : 

1. Kerukunan, suatu keadaan dimana sesama umat dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, menghargai kesetaraan dalam pengalaman ajaran agamanya dan kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Contoh: Di dalam suatu desa, masyarakat menghargai agama satu dengan agama lainnya. Misalnya yang beragama Kristen tidak berisik ketika jam sholat magrib atau seorang Islam membantu warga Kristen yang sedang terkena musibah. Contoh real yang lain, adanya doa bersama yang digelar untuk berdoa untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Doa dijalankan serempak di tempat yang sama , namun dengan caranya masing-masing.
2. Bargaining, proses kerjasama dalam bentuk perjanjian pertukaran kepentingan, kekuasaan, barang-barang maupun jasa antara dua organisasi atau lebih yang terjadi dibidang politik, budaya, ekonomi, hukum maupun militer. Contoh:  Saat melamar di perusahaan, standar gaji yang diberikan 1.5 juta, namun kita menawar agar gaji dinaikan menjadi 2 juta karena kita memiliki kualifikasi yang dibutuhkan mereka.
3. Co-optation, proses kerjasama yang terjadi di antara individu dan kelompok yang terlibat dalam sebuah organisasi atau negara dimana terjadi proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi untuk menciptakan stabilitas.  Contoh:  Partai politik yang mencoba untuk menanamkan suatu unsur baru dalam beberapa gerakan mahasiswa agar gerakan mahasiswa tersebut secara tidak langsung bergerak dibawah naungan parpol tersebut.(wirjo's)

Kamis, 11 Juni 2015

kerjasama dan persaingan kelompok

SMASALUNGO 89. Kerjasama dan Persaingan Kelompok. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna diantara makhluk lain. Dengan akal budinya, manusia dapat berpikir dan menemukan cara-cara yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan sebagai makhluk individual maupun sebagai makhluk sosial. Salah satu cara yang ditemukan oleh manusia dalam rangka memenuhi kebutuhannya tersebut adalah kerja sama. manusia sadar bahwa tanpa kerja sama, mereka tidak mungkin memenuhi kebutuhannya sendiri secara layak.

Di dalam hubungan manusia satu dengan yang lain, yang paling penting adalah reaksi yang timbul sebagai akibat dari hubungan-hubungan yang terjadi tadi. Reaksi tersebutlah yang menyebabkan tindakan seseorang menjadi lebih luas. Maka mempunyai hasrat untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya yaitu masyarakat. Dan juga memiliki hasrat untuk menjadi satu dengan suasana alam sekelilingnya.

Untuk dapat mengatasi dan menyeimbangkan dengan keduanya, maka manusia menggunakan pikiran, perasaan dan kehendaknya. Di dalam menghadapi alam sekelilingnya seperti udara yang dingin, alam yang kejam dan lain sebagainya, manusia menciptakan rumah, pakaian dan lain-lain. Manusia juga membutuhkan makanan agar terjaga kesehatan tubuhnya. Maka dia dapat mengambil atau memenuhinya dengan mengambil makanan di alam sekitarnya, dengan menggunakan akal pikirannya. Misalnya di laut, maka manusia menjadi nelayan untuk menangkap ikan. Jika di hutan, maka manusia berburu untuk mencari makanannya.

Semuanya itu menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia. Kelompok sosial ini merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kesadaran bersama akan keanggotaan dan saling berinteraksi satu sama lain. Kelompok sosial ini diciptakan oleh anggota masyarakat itu sendiri. Kelompok juga dapat mempengaruhi perilaku para anggotanya.

Selain karena memiliki kesadaran sebagi anggota kelompok. Di dalam kelompok-kelompok tersebut harus mempunyai hubungan timbal balik antara anggota satu dengan anggota lainnya, ada suatu faktor yang menyebabkan hubungan antar mereka bertambah erat, misalnya karena memiliki pola pikir yang sama mengenai suatu hal, atau karena memiliki ideologi politik yang sama. Dan juga di dalam kelompok sosial mempunyai suatu proses dan pola perilaku yang sama.(wirjo's)