Tampilkan postingan dengan label alumni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alumni. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Januari 2015

kemajemukan alumni

 
SMASALUNGO 89. Kemajemukan Alumni. Tentu saja sejak sebelumnya sampai dengan sekarang, kita ucapkan terima kasih kepada semua alumni sma 1 1989 yang ada.

Berangkat dari keberagaman yang ditunjukkan, secara moderat kita semua harus siap dengan tidak ter-eksekusinya suatu gagasan. Berangkat dari keberagaman yang ada, kita semua harus menilai sesuatu secara proporsional. Disebut aspiratif agar smaslungo yang terbentuk tidak segera ditinggalkan sesaat setelah dibentuk, tapi terus dijaga oleh anggota yang memilikinya. Atau dengan kata lain sebelum melakukan sesuatu, kita harus 'membumi'kan terlebih dahulu,

Seperti yang pernah dikatakan oleh beberapa alumni. Disebut legal agar terjadi kontinuitas dan tidak ada dualisme dari sebelumnya. Inipun pernah dikatakan oleh beberapa alumni. Disebut representative agar 'membumi' tidak menjadi klaim sebagian, tetapi menjadi klaim yang lebih luas lagi. Bahkan kuantitas pun dapat dikalahkan oleh sistem nilai dan sebaliknya. Disebut kualitas agar 'ikatan alumni' dapat dibenahi lebih baik.

Organisasi, serta mekanismenya, bahkan regenerasipun menjadi bagian yang tak terpisahkan. 
 
Yang hendak disampaikan disini adalah terbentuknya
'ikatan alumni' melalui mekanisme sistemik. Disinilah kemauan kita untuk mengerti menjadi penting. Klaim sebagian tetap dibijaksanai. Perbedaan dihargai, agar tidak terjadi erosi ide. Klaim-klaim sebagian tersebut dihimpun persamaannya menjadi potensi. Yang hendak digelar adalah pemulaian harapan yang jauh dari tendensi individual. Penilaian parsial kita jauhkan agar tidak mengaburkan persoalan dari esensinya.
 
Terhadap para alumni yang telah bertahun-tahun membantu, bekerja, bergotong-royong terhadap 'ikatan alumni', 'namun sejauh ini belum bisa dikatakan berhasil untuk menyatukan gerak langkah alumni', adalah motivasi bagi yang kemudian, dan adalah support bagi yang lebih awal. Dan memang kebulatan tidak harus bulat utuh. Itulah heterogenitas yang harus dipahami dan diterima. Sasaran yang terbangun memang tidak harus terjadi yang ideal. Tetapi paling tidak sasaran tersebut kita formulasikan memiliki konstruksi yang ideal.
 
Sejak awal mindset gotong-royong dan tanggung jawab disampaikan serta semangat kebersamaan dan kesetaraan selalu diimplementasikan melalui pikiran positif. Yang lebih muda perlu pelajari pengalaman terdahulu. Tentu akan sangat berharga jika alumni-alumni dapat bersinergi dalam gerak langkah alumni. Apalagi 'gerak langkah alumni' tersebut adalah cita-cita anda, anda dan anda juga. Atau dibiarkan saja, mudah-mudahan 50 tahun lagi akan muncul gagasan serupa.

Semoga coretan ini tidak mencederai kebersamaan sesama alumni.(wirjo's)




Selasa, 30 Desember 2014

peran alumni pada almamater

SMASALUNGO 89. Peran Alumni pada Almamater. Pendidikan secara harfiah berarti sebuah proses panjang dalam menanamkan nilai tertentu. Secara khusus bisa diterjemahkan sebagai proses panjang dengan berbagai variabelnya sehingga menghasilkan standar kualitas lulusan yang siap terjun di dunia nyata.
Sebagai sebuah proses panjang terhadap pembentukan pribadi murid, peran setiap pihak yang terkait sangatlah diperlukan. Guru sebagai pembimbing di sekolah, orang tua sebagai pembimbing tanpa batas waktu, lingkungan sebagai tempat berinteraksi dan aktualisasi, hingga alumni yang merepresentasikan almamater.

Secara tidak langsung sepak terjang alumni menggambarkan kualitas almamater. Silakan tanya secara acak salah satu sekolah di kota anda, untuk menilai kualitas akademik bisa dilihat ke mana saja alumninya melanjutkan jenjang pendidikan.

Dalam kiprah nyata jangka panjang, alumni bisa berkontribusi untuk memajukan proses pembelajaran melalui komunikasi dua arah antara almamater dengan alumni. Soliditas kerjasama almamater dengan alumni sangat berpotensi melejitkan setiap potensi yang ada. Sebagai contoh sederhana, ponpes darussalam gontor memiliki program pengabdian bagi alumninya. Walau hanya setahun pengabdian, tenaga pengajar di ponpes tempat mengabdi tidak pernah kekurangan pengajar. Dan dalam skala lebih luas, semakin banyak ponpes yang didirikan oleh alumni tersebut.

Hal yang sama tentu bisa diterapkan pada bidang lain dengan penyesuaian. Sebagai contoh ada seorang alumni yang telah sukses di salah satu sektor wirausaha misalnya berdagang bakso. Setiap murid yang lulus namun belum punya rencana pasca sekolah bisa diarahkan ke juragan bakso tadi. Selain ada muatan kursus entrepreneur gratis, si pemilik bakso juga bisa memperoleh karyawan.

Contoh berikutnya dalam sektor akademik. Alumni yang melanjutkan studi di pendidikan tinggi bisa berperan menjadi mentor kepada siswa aktif serta berbagi pengalaman untuk menyemangati untuk melanjutkan studi, baik yang berkaitan ilmu duniawi atau diniyyah.

Selain memberikan kesempatan magang pasca kelulusan SMA, alumni yang solid bisa membuat program kerja terstruktur untuk menjalin kerjasama dengan almamater untuk mengadakan kuliah umum seputar rencana pasca sekolah. Dengan harapan, setiap alumni baik yang melanjutkan studi atau bekerja bisa langsung menentukan rencana dan pilihan. Dan pada akhirnya bisa menekan angka pengangguran dan kriminalitas.

Beberapa contoh riil yang penulis lihat langsung adalah sebagai berikut: purdie candra, pendiri dan pemilik primagama, ketika merintis primagama dia tidak punya gedung sendiri dan harus numpang. Tumpangan ini tidak akan diperoleh dengan percuma kecuali telah ada kedekatan emosional sebelumnya. Dan banyak bimbingan tes yang dimotori oleh solidnya ikatan alumni, sebut saja gama88, alumni UI, nurul fikri, dan masih banyak lagi.

Demikian, semoga tulisan pendek ini bisa memperkuat jalinan warga lungo melalui blog sederhana smasalungo89.blogspot.com Semoga berlian yang terserak bisa dikumpulkan dan melahirkan sebuah ikatan alumni yang menyemai kebaikan kepada umat. Selain berkiprah dalam bidang masing-masing,

Salam sukses buat semuanya.(wirjo's)